Kota Tangsel NEWS

Pasien DBD di Tangsel Terus Melonjak, Dua Orang Meninggal Dunia

Pasien DBD dirawat di RSU Tangsel. (foto: merdeka)

TANGERANG SELATAN РPenderita demam berdarah danque (DBD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melonjak. Tercatat, sejak Januari hingga kini sudah ada puluhan orang yang terserang.

Pada Januari 2020 misalnya, jumlah warga yang terserang demam berdarah ada sebanyak 29 orang. Mereka terdiri dari anak-anak, orang dewasa, dan orang tua. Lalu jumlah ini melonjak pada Februari 2020 menjadi sebanyak 41 orang.

Dari jumlah itu, dua orang pasien dikabarkan meninggal dunia. Selain karena demam berdarah, keduanya diduga meninggal akibat penyakit penyerta yang aktif saat deman.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat mengunjungi pasien demam berdarah yang masih menjalani perawatan di RSU Tangsel, Pamulang.

“Ada memang. Pada bulan apa itu, meninggal dua orang. Itu bukan karena DBD-nya, tetapi penyakit penyertanya. Yang meninggal satu anak-anak dan satu dewasa,” kata Benyamin di RSU Tangsel, Selasa (10/3/2020).

Semua pasien meninggal merupakan warga Tangsel. Hampir setiap tahun, pasien demam berdarah di Tangsel meninggal karena demam berdarah diikuti penyakit penyerta.

“Ya, semuanya dari Tangsel. Memang mereka DBD, tapi ada penyakit lain yang menyertai. Kalau untuk bulan Maret ini, ada 17 penderita, seluruhnya dari Kota Tangsel. Tapi ini tinggal 13 orang, empat sudah pulang,” ungkapnya.

Penanganan Musim Hujan

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni mengamini apa yang dikatakan Benyamin. Namun dia enggan menjelaskan lebih jauh sebab meninggalnya dua pasien yang demam berdarah itu.

“Yang jelas itu ada dua. seperti yang tadi disampaikan Pak Wakil. Saat ini yang penting penanganan ke depan seperti apa, pencegahannya, emang lagi tinggi curah hujan awal bulan Maret ini,” tambah Deden.

Sejumlah wilayah dengan angka penderita tertinggi akibat demam berdarah berada di Pamulang dan Ciputat. Pada Januari saja, di Ciputat ada 11 kasus, dan Pamulang ada 7.

“Kecamatan lain ada 2, 3, dan 1. Februari yang banyak dari Pamulang ada 17 kasus, Ciputat 9 orang. Bulan Maret ini pamulang ada 5, dari Serpong ada 4. Penderita 17 orang bulan Maret ini semuanya dari Tangsel,” tukasnya.

Sumber: Sindonews