Kota Tangsel NEWS

Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Tangsel, Golkar Dianggap Tak Berminat Ajak Gabung Parpol Lain

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Tangerang Sekatan resmi mengusung Benyamin Davmie-Pilar Saga Ichsan menjadi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan. Rekomendasi tersebut dilakukan setelah mereka menggelar rapat pimpinan daerah (Rapimda) di salah satu hotel kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (6/3/2020).(KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi)

TANGERANG SELATAN, – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Tangerang Selatan menyatakan dukungan kepada Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan untuk maju menjadi calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan.

Rekomendasi tersebut dilakukan setelah Golkar Tangsel menggelar rapat pimpinan daerah (Rapimda) di salah satu hotel kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (6/3/2020).

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak mengatakan, Golkar Tangsel yang memiliki 10 kursi di DPRD memang dapat mengajukan calonnya sendiri. Dia melihat Golkar Tangsel juga tidak berminat mengajak parpol lain.

“Tapi tampaknya memang Golkar Tangsel yang mengajukan Pak Ben dan Pilar Saga kurang berminat membujuk parpol-parpol lain untuk bergabung,” kata Zaki saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

Adapun, syarat bagi partai untuk mengusung calon dalam Pilkada Tangsel adalah memiliki 20 persen jumlah kursi di DPRD. Golkar yang memiliki 10 kursi memenuhi syarat itu. Golkar tinggal menunggu rekomendasi dari DPP untuk mengusung Benyamin-Pilar.

Namun, Zaki menilai Golkar tetap harus menggandeng partai lain untuk mendongkrak jumlah massa yang mendukung pasangan Benyamin-Pilar agar dapat menduduki orang nomor satu dan dua di Tangerang Selatan.

Sebab Zaki menilai pemilihan pasangan Benyamin-Pilar ini belum tepat. Golkar Tangsel dalam Pilkada dua periode lalu mendukung Airin Rachmi Diany yang merupakan Ketua DPD, kini justru mendorong calon wali kota di luar kader internalnya.

Diketahui, Benyamin merupakan kader partai Nasdem Tangsel yang menjabat sebagai Dewan Pertimbangan.

“Masuknya Pilar Saga juga demikian. Namanya tidak banyak dikenal dan baru muncul belakagan saja,” katanya.

Apalagi, kata Zaki, Pilar yang merupakan keponakan dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dinilai dapat mengundang ‘aroma’ politik dinasti. “Karenanya, kelanjutan politik dinasti pada akhirnya sangat terasa kental yang mendasari pilihan Golkar yang mengusung nama Pak Ben dan Pilar,” tutupnya.

Sumber: Kompas.com