Kota Tangsel NEWS

Biem Benjamin Ajak Semua Pihak Bersatu Membangun Kebangkitan Dunia Pendidikan

pedidikan
Biem Benjamin, menyoal pendidikan bangsa.

“Indonesia bukanlah bangsa yang cengeng dan gampang berlekuh kesah,” kata Biem Benjamin bicara  pendidikan di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten (2/5).

Peringatan hari pendidikan nasional pada tanggal 2 mei 2020 ini, Biem merasakan kalau dunia pendidikan kita dalam titik yang krusial.

“Wabah covid-19 telah memaksa penutupan sekolah-sekolah, sehingga anak-anak terpkasa harus belajar dari rumah masing-masing melalui media online,” kilah Biem.

Untuk pertama kalinya anak-anak didik kita melakukan pembelajaran melalui online dengan menggunakan alat pembelajran baru, dari rumah masing-masing anak-anak mendapatkan materi pembelajaran darimana pun selama masih ada jaringan koneksi internet.

“Peristiwa ini belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,  baru terjadi pada tahun 2020 ini karena wabah,” kata Biem.

Para orang tua pun mengalamai hal yang sama dalam menghadapi metoda pembelajaran seperti sekarang dimana para orang tua ikut disibukkan.

Keterbatasan Siswa Belajar Online

Tentunya tidak semua siswa didik bisa melakukan pendidikan jarak jauh, hal ini bisa jadi karena kerbatasan peralatan seperti hand phone atau jaringan koneksi internet.

“Biaya paket kuota internet, tentu tidak semua orang tua mampu untuk membelinya,”  ungkap Biem.

“Para orang tua yang berpenghasilan harian di kota Tangsel ini, tentu sangat terpukul pendapatan sehari-harinya akibat dampak pembatasan sosial ini,” lanjut Biem.

“Hal inilah yang harus segera kita carikan solusinya bersama, jangan biarkan anak-anak kita terbengkalai pendidikannya,” ujar Biem.

Biem menuturkan,  ini tantangan bagi kita semua, bagaimana dunia pendidikan kita bisa bangkit kembali di tengah situasi pendemik covid-19.

“Dinas Pendidikan dan para guru yang saat ini berada di garda terdepan, sudah saatnya bangkit mencari langkah solutif,” kata Biem.

“Masa depan bangsa ini berada di tangan para stakeholder pendidikan, kita tidak boleh hanya menunggu stakeholder kesehatan selesai bekerja,” pungkas Biem.

Penyunting: Albayan