Kota Tangsel NEWS

Tak Ada Relaksasi, Kota Tangsel Perpanjang PSBB Hingga 31 Mei

PSBB Tangsel 3
PSBB Tangsel masuki tahap ketiga, pada PSBB sebelumnya warga masih beraktivitas seperti biasa (foto: Republika)

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Perpanjangan itu mengacu pada keputusan gubernur Banten.

“Berdasarkan Kepgub diperpanjang hingga 31 Mei mendatang,” kata Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2020/).

Airin mengatakan, perpanjangan ini juga dilakukan karena tingkat kepatuhan pada masa PSBB sebelumnya belum mencapai 90 persen. Dia juga memastikan PSBB jilid III di Tangsel akan diperketat.

“Perketat, enggak ada relaksasi. Kewajiban harus diperketat. Sanksi kan kita sudah ada, Perwalnya sudah ada kok,” ucapnya.

Untuk diketahui, PSBB di Tangerang Raya (Tangsel, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang) sudah berlaku sejak 18 April hingga 3 Mei pada tahap pertama. Perpanjangan kedua dilakukan sejak 4 Mei hingga 17 Mei.

Sejauh ini, Tangerang Raya memang masih jadi episentrum virus Corona di Banten. Jumlah pasien di tiga wilayah itu menjadi yang terbanyak di Banten sejak kemunculan kasus pertama.

PSBB di Kabupaten Tangerang

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang memperpanjang masa PSBB hingga 31 Mei mendatang.

“Memang sudah diperpanjang mengikuti SK Gubernur Banten. Sampai tanggal 31 Mei,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat dihubungi, Senin (18/5/2020).

Ahmed juga mengatakan pelanggar di Kabupaten Tangerang akan dikenai hukuman sosial, seperti push up dan denda uang. Dia juga berharap penerapan social dan physical distancing tetap dipertahankan masyarakat.

“ada sanksi push up dan denda uang,” tuturnya.

Sejauh ini, kasus positif COVID-19 di Kabupaten Tangerang memang masih terus meningkat. Berdasarkan data pada Senin (18/5), pukul 15.00 WIB, Kabupaten Tangerang melaporkan ada 126 kasus positif, orang dalam pemantauan 725 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) 1.239 orang.

Sebelumnya diberitakan, masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) rencananya diperpanjang untuk daerah Tangerang Raya saat menjelang Idul Fitri 2020. Perpanjangan dilakukan agar pertemuan antarwarga selama Lebaran nanti mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

“Kalau Banten iya (diperpanjang). Saya lihat dari perkembangannya kalau nggak ada PSBB (saat) Idul Fitri, dijadikan ajang tanpa kontrol. Mereka (warga) akan melakukan interaksi sosial pertemuan tanpa ada pedoman arahan,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim, Jumat (15/5).

Sumber: Detikcom