Kota Tangsel NEWS

Sandiaga Uno: Masa Krisis Ini, Kesempatan Masyarakat Untuk Bahu Membahu

Sandiaga Uno
Webinar Sandiago Uno mengajak agar masyarakat bahu-membahu saling bantu. (istimewa)

Sandiaga Uno mengatakan pada masa krisis ini, masyarakat harus melihat sisi lain dari krisis. Ini adalah kesempatan masyarakat untuk berbagi, bahu-membahu memberikan satu kebersamaan.

Demikian diungkap Sandiaga Uno di Ngawi, Jawa Timur, Jumat (15/5) melansir dari majalahokeoce, dalam Webinar MPM berbagi Bersama OKE OCE Peduli.

“Apa yang kita hadapi sekarang beda dengan krisis 1997-1998, pada tahun itu justru UMKM yang jadi tulang punggung ekonomi kita saat itu,” ungkap Sandi.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang terdampak saat pandemi Covid-19. Keadaan krisis ini justru berbeda dengan krisis di 1997-1998.

Sandiaga Uno mengatakan UMKM  adalah pencipta lapangan kerja di Indonesia. Namun, UMKM yang paling babak belur di krisis ini.

Masyarakat, khususnya pelaku UMKM dituntut untuk cepat beradaptasi, go online. Founder OK OCE Indonesia ini juga menambahkan, Indonesia punya potensi pada saat ini. Orang dipaksa untuk bergerak secara online.

“Ternyata Indonesia memiliki populasi aktif online nomor 6 di dunia, maka langkah cepat UMKM terus berjalan yakni go online,” ungkap Sandi.

Wakil Bupati Ngawi, Jawa Timur Ony Anwar mengatakan, saat ini ada sinergi dengan pemerintah untuk rebounce pasca adaptasi dengan new normal. Keadaan UMKM di Ngawi juga memaksa untuk go online.

Salah satunya adalah  kiospasar.id, e-commerce besutan Founder Cah Angon Rumah Inspirasi sebagai wadah UKM terdampak Covid-19. Hal ini menjadi bagian aksi nyata UMKM untuk terus produktif dalam  melawan corona.

Saat ini menurut Menteri Koperasi dan UKM sebanyak 1.785 koperasi yang tersebar di seluruh tanah air terdampak COVID-19, selain itu 163.713 UMKM juga mengalami hal serupa. Tercatat untuk koperasi merupakan segmen yang terdampak paling parah. Jumlahnya sekitar 45 persen dari total 781 unit, layanan koperasi sebanyak 158 unit (8 persen). Sedangkan produsen koperasi terdampak 152 unit (7 persen).