Kota Tangsel NEWS

Gegabah, Pemerintah Terapkan New Normal Dalam Kondisi Abnormal

Jokowi
Presiden Joko Widodo pantau kesiapan new normal | Biro Pers Istana

Presiden Jokowi akan menerapkan kebijakan New Normal dalam mengadapi wabah covid-19. Jokowi pun sampai perlu kunjungi sebuah mall di Bekasi, Selasa (26/5).

Kebijakan ini mendapat reaksi beragam dari masyarakat dan netizen. Salah satunya dari netizen di akun Facebook Nirma Lestari (25/5).

Sebuah akun facebook bernama Nirma Lestari membuat status, “Tidak ada itu”New Normal”soal Covid! Semua ini Abnormal! Jangan dipaksa seolah kondisi ini baik-baik saja! Mau lepas kewajiban mengurus rakyat?!”.

Seperti terlihat dalam screenshoot di laman facebook (FB) akun Nirma Lestari tersebut, banyak dikomentari oleh netizen.

abnomal
Status Netizen Nirma Lestari menilai kondisi covid-19 adalah abnormal. (tangkapan layar facebook)

 

Diantaranya ada komentar yang datang dari akun FB bernama Yodi Salam, “new world order kali maksudnya”.

Lain lagi komentar dari akun FB bernama Riza Chaniago, menulis “Apakah bisa HIDUP NORNAL berdampingan dengan VIRUS MAUT yang semakin GANAS membunuh KORBANNYA…???.”

Sedangkan Indra Widjanarko #BersiapMenujuNewNormal? mengatakan  “Normal is normal, new normal isn’t normal.”

Melansir dari Kontan.co.id, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, Selasa (26/5). menyatakan, skenario new normal yang ingin diterapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan bisnis maupun layanan publik, masih terlalu dini.

Alasannya, pemerintah dinilai belum mampu untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, yang mana kurva positif virus ini pun belum melandai, bahkan masih menunjukkan tren kenaikan.

Gambling

Padahal, WHO menganjurkan prasyarat bahwa new normal hanya boleh dilakukan ketika suatu negara sudah berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19.

Dengan angka positif covid-19 yang masih menanjak. Pemerintah dinilai terlalu gegabah dan seakan sedang berjudi (gambling) jika ingin memaksakan penerapan new normal dalam waktu dekat ini.

“Menurut saya terlalu dini, terlalu gegabah. Ini gambling. Dengan kondisi sekarang maka belum bisa dikatakan pemerintah sudah berhasil mengendalikan wabah. Dengan indikator itu, maka sebenarnya belum memenuhi syarat memberlakukan new normal,” ungkap Tulus kepada Kontan.co.id,

Menurut dia, kebijakan new normal ini menjadi bukti bahwa pemerintah masih mengedepankan kepentingan ekonomi dalam penanganan Covid-19. Padahal, Tulus menegaskan bahwa pertimbangan dari sisi kesehatan harus menjadi yang utama.

Berikutnya….