Kota Tangsel NEWS

Produksi Sampah Rumahan Di Tangsel Meningkat, Di Saat Wabah Corona

Sampah
Banyak orang berdiam di rumah menyebabkan produksi sampah rumahan meningkat. (Foto: okezone)

Produksi sampah rumahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meningkat hingga 20 ton, saat perayaan lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah. Jika pada hari biasa, produksi berasal dari rumahan hanya berkisar pada angka 50 hingga 70 ton.

Total produksi sampah secara keseluruhan di Kota Tangsel mencapai 300 ton per hari. Jumlah itu diperoleh dari berbagai sumber utama seperti pemukiman dan pasar, selebihnya berasal dari kawasan komersial, restoran, hotel, perkantoran, dan sebagainya.

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 saat ini, di Kota Tangsel mengalami peningkatan antara 5 hingga 10 persen. Namun peningkatan hanya terjadi pada sampah rumahan, sedangkan pada sumber lain seperti restoran, hotel, sekolah dan perkantoran justru menurun drastis karena tak beroperasi.

“Lebaran kemarin yang meningkat hanya rumahan, jumlahnya sekira 10 sampai 20 ton. Kalau sebelumnya pada hari biasa itu jumlahnya hanya antara 50 hingga 70 ton perhari, kemarin totalnya menjadi hampir 100 ton,” terang Kepala Seksi Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Rastra Yudhatama, kepada Okezone, Senin (25/5/2020).

Peningkatan volume sampah rumahan terjadi lantaran aktivitas masyarakat saat PSBB lebih banyak berdiam diri di rumah. Dari 7 Kecamatan yang ada di Kota Tangsel,

Pondok Aren dan Ciputat merupakan daerah yang tingkat produksi rumahannya paling tinggi.

“Paling tinggi dari sana. Karena sebelum lebaran Idul Fitri juga produksi sampah rumahan itu sudah meningkat, karena pengaruh kebijakan PSBB tadi,” terang Yuda.

Persoalan sampah di Kota Tangsel sendiri menjadi kian pelik. Sebab, lokasi penampungan yang ada seperti TPA Cipeucang telah overload. Sementara pasokan tiap hari terus dikirim ke sana. Tak heran, Jumat kemarin 22 Mei 2020 dinding pembatasnya jebol dan longsor.

Sumber Okezone