Kota Tangsel NEWS

Waduh, Pakar Epidemilogi UI Sebut Kasus Covid-19 Indonesia Belum Ada Tanda Melandai

databoks
Perkembangan Kasus Covid-19 per 25 Mei 2020, (foto: Katadatacom)

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif menyatakan, kasus Covid-19 di Indonesia masih menuju titik puncak dan belum ada tanda melandai. Hal ini diungkap dalam webinar bertema pasca PSBB dan Kehidupan Normal Baru, dilansir dari Republika.co.id Kamis (28/5).

“Jadi, jelas penularan Covid-19 masih meningkat. Bahkan kita belum sampai puncak kasus,” ujarnya.

Indonesia, dia melanjutkan, saat ini masih terkendala dengan masalah pemeriksaan spesimen, hingga kapasitas pemeriksaan.

“Jika kapasitas pemeriksaan spesimen bisa memenuhi target presiden 10 ribu per hari, kasus baru Covid-19 yang terungkap antara 1.200 hingga 1.300 per hari,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah berhati-hati memberikan pernyataan terkait wabah virus corona ini.

“Saya menyayangkan pernyataan Pak Anies dan Pak Jokowi yang menyebutkan kasus Covid-19 turun dan melandai, padahal istilah itu sangat teknis. Meski mudah dipahami artinya, tidak mudah menjelaskannya,” ujarnya.

Secara sederhana, lanjut dia, indikator penurunan Covid-19 bisa dilihat jika kasus harian Covid-19 konsisten turun selama 7-14 hari. Jika hal itu terjadi, bisa dikatakan Covid-19 terkendali.

Namun, faktanya, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini masih fluktuatif. Ia menyebutkan, dalam dua pekan terakhir, kasus Indonesia masih bertambah. Ini terlihat dari rata-rata kasus baru per pekan lalu sebanyak 535 dan minggu ini mencapai 677.

Padahal Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) telah mengingatkan pandemi virus ini masih lama.

Di kesempatan yang sama Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Sulawesi Selatan Ridwan Amiruddin menambahkan, kasus Covid-19 di Indonesia masih menuju titik puncak dan belum ada tanda melandai.

“Karena itu Indonesia terlalu cepat, terlalu dini melakukan kehidupan normal baru atau new normal,” ujarnya.

Data Terus Meningkat

Sementara itu, berdasar data yang dikutip dari situs katadatacom, Pasien positif Covid-19 bertambah 687 orang per 28 Mei 2020. Total Kasus mencapai 24.538 dengan 6.240 pasien dinyatakan sembuh dan 1.496 orang meninggal dunia.

Pada gambar di atas tersebut, terlihat angka secara kumulatif terus menaik hingga tanggal 28 Mei 2020.

Sementara itu, pemerintah mencatat orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 49.942 dan pasien dalam pengawasan sebanyak 12.667 orang. Kasus tertinggi Covid-19 tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Editor: Albayan