Kota Tangsel NEWS

Budidayakan Tanaman Ganja 34 Pohon, Tujuh Pelaku Diciduk Polisi

budidaya ganja
Tujuh pelaku komplotan pembudidaya Ganja diamankan polisi

Seorang pengangguran nekat membudidayakan tanaman ganja, di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dicokok polisi.  Seorang pria berinisial AR (43 th.) yang pengangguran ini memanfaatkan situasi bekerja di rumah dengan membudayakan tanaman ganja. Sebuah tempat di atas rumahnya dijadikannya sebagai tempat budidaya tanaman ganja.

Sayangnya, budidaya tanaman haram ini diketahui polisi dan tanpa perlawaanan AR langsung menyerah dan mengakui perbuatannya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Wijonarko di Aula Mapolrestro pada Sabtu (30/05), menjelaskan bahwa pelaku berhasil ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

“Saat ini Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestro Bekasi Kota Bekasi berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba.  Kami mengamankan tujuh orang tersangka dengan barang bukti 34 tanaman ganja dalam polibag dan ganja kering,” ungkap Kapolres Wijonarko.

“Sekitar pukul 23.45 WIB, setelah mendapat informasi kami langsung ke lokasi di Jalan Sunter Jaya RT 8/02 Kelurahan Sunter, Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara,” jelas Wijonarko.

Di tempat kejadian perkara (TKP) kami menemukan barang bukti ganja kering sebanyak 34 batang pohon ganja, dan satu ember isi ganja 383 gram,” lanjut Wijonarko.

“Menurut pengakuan tersangka, mereka sudah melakukan itu sejak tiga bulan lalu, artinya pada saat mulai pandemi covid-19 mereka sudah beraktifitas,” jelas Wijonarko.

Wijonarko menjelaskan, terbongkarnya budidaya ganja ini berawal ketika tersangka NS (22 th) diamankan sedang memakai ganja.

“Berawal dari tersangka NS kita amankan saat memakai ganja di POM Bensin Cut Mutia Sepanjang jaya Kamis (28/05), darinya kita amankan 2,20 gram,“ tandasnya.

Jaringan Pengedar

Kapolres mengatakan, berdasarkan pengembangan tersangka NS, dia mengatakan membeli dari tersangka IM (21 th) yang bekerja sebagai pengemudi Ojek Online (Ojol). Petugas Satnarkoba Polres Metro Bekasi Kota unit II, lalu bergerak menangkap IM di Jalan Sunter Jaya No. 54, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

IM berhasil diamankan pada pukul 23.00 WIB yang berperan sebagai pemasok ganja ke NS. Berdasar barang bukti ditangan IM terdapat 1,1 gram ganja kering. IM mengaku ganja kering tersebut dipasok dari F (27 th) tetangganya yang juga sesama pengemudi Ojol. Tidak sulit bagi petugas untuk bergerak cepat menangkap F karena lokasi berdekatan dengan tersangka IM di Jalan Sunter Jaya.

“Petugas di tempat tersangka F juga turut mengamankan DAP (17 th) dan DW (26 th), serta barang bukti ganja kering 1.16 gram. Akhirnya berdasar pengakuan ketiga tersangka ini terungkaplah adanya budi daya tanaman ganja tersang AR,” jelas Wijonarko.

Kasat Narkoba Polres Metro kota Bekasi, AKBP Farlin Sihombing turut dalam penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Polres Metro Bekasi.

Farlin menjelaskan, keesokan harinya, Jumat (29/5), petugas menemukan lokasi pembudidayaan AR di jalan Sunter Jaya, Tanjung Priok Jakarta Utara. IM, F, DAP dan DW dan AR mengaku melakukan pembelian ganja kering seberat 1 kg dari AZ (56) yang tinggal di Kebon Kosong Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada hari itu juga petugas berhasil meringkus AZ di rumahnya, dan AZ mengaku bahwa ganja kering tersebut dipasok oleh Anto.

“Saat ini Anto masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Metro Bekasi,” jelas Kapolres Metro kota Bekasi.

Wijonarko menjelaskan, ketujuh tersangka ini kita kenakan pasal 114 dan 112 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun sampai 14 tahun. Hadir juga dalam keterangan dengan awak media, selain Kalpolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko S.I.K, M.S.i. Didampingi oleh Kasatresnarkoba AKBP  Farlin L.T, ST., MM., MH dan Kasubbag Kompol Erna Ruswing Andari.

Reperter: Zamrony

Editor: Albayan