Kota Tangsel NEWS

Viral Remaja Serpong Jual Bansos di Medsos Untuk Bantu Ibunya, Sempat Dibully Netizen

viral sembako
Tangkapan layar dari akun yang viral jual sembako.

Viral sebuah foto tangkapan gambar akun media sosial (medsos) di Facebook Novi yang bergambar paket sembako bansos diposting ulang akun Instagram @lambe_turah. Dalam waktu kurang dari lima jam pada Jumat (29/5) telah dikomentari 3.000 lebih netizen.

Novi Rahmadani (16), seorang remaja asal Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) viral di media sosial. Lantaran Novi menjual bantuan sosial (bansos) berupa sembako secara online melalui akun Facebooknya.

Tidak sedikit netizen yang merundung Novi lewat komentarnya. ”

Ga dikasih minta, dikasih malah dijual,” tulis netizen.

Saat kotatangsel.com mengecek pada akun media sosial Novi, namun foto sembako yang viral tampaknya sudah dihapus. Pada akunnya hanya mendapati ada posting status penjelasan soal sembakonya yang dijual.

Novi menulis berhenti sekolah d kelas 2 SMP karena kondisi ibu yang sakit-sakitan, dan sejak usia 13 tahun sudah mencari nafkah untuk ibunya.

Selama ini, tulisnya, pekerjaan apa pun pernah dia jalani, kadang menjadi pelayan di warung makan, penjaga toko buku. Pernah juga bekerjsa di laundry, mengasuh anak dan juga asisten rumah tangga (ART).

akun fb
Akun Novi Rahmadani yang mengklarifikasi soal penjualan sembako bansos

“Ayah saya pergi tanpa tanggung jawab dan sudah tidak menafkahi saya sejak usia saya empat tahun,” tulis Novi.

Novi mengaku tidak memiliki data lengkap, karena ayahnya nikah siri dengan ibunya. Maka dia tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Menurutnya, bantuan sosial yang dijualnya adalah atas pemberian tetangga di kompleksnya, dan tidak pernah minta bansos.

“Dapat bantuan pun bukan dari pemerintah melainkan dari orang komplek yang tahu akan kondisi saya dan ibu saya,” tulis Novi.

Alasan dirinya menjual sembako dengan harga murah, karena dirinya merantau dan tidak akan habis dikonsumsi sendiri.

Sembako tersebut dijual untuk mengirim uang ke kampung, sehingga bisa sedikit membantu kebutuhan ibunya.

 

Tiga Paket Sembako Bansos

Melansir dari TribunJakarta, Jumat (29/5), novi mendapatkan hasil penjualan sembakonya tidak besar. Novi mendapatkan dua paket sembako bansos, lalu dia pecahnya menjadi tiga paket sembako. “Lakunya cuma Rp 130 ribu ditawar. Tapi itu lumayan buat transfer orang tua buat tambah-tambahan,” ujarnya.

Novi sudah tidak ingat siapa pembelinya, namun ia bersyukur karena masih bisa mengirim uang ke ibunya di saat sulit pandemi Covid-19 ini. Ia bertahan di Tangsel yang notabene kota metropolitan itu dengan gaji hanya sebesar Rp 1,4 juta, belum dipotong biaya kontrakannya sebesar Rp 600 ribu.

Banyaknya komentar negatif netizen membuat Novi sempat merasa tertekan.

“Iya saya kaget saja sebenarnya viral. Nggak menyangka. Banyak tanggapan ada yang dukung ada yang bully. Tapi banyak yang bully,” ujarnya.

Ia sampai meminta maaf karena menganggap para netizen yang merundungnya lewat komentar itu hanya salah paham.

“Saya cuma mau minta maaf, karena mereka kira saya dapat dari pemerintah sebanyak itu untuk dijual oleh saya padahal kenyataan tidak seperti itu.”

Pada postingan di akun statusnya novi meminta maaf kepada netizen, “Saya Novi rahmadani membuat klarifikasi ini dan memohon maaf sebesar besarnya,” tulis Novi.

Editor: Albayan