Kota Tangsel NEWS

Soal Sampah Tangsel, Biem Benjamin Sueb Sebut Sudah Lampu Merah

Sampah Tangsel
Sampah di Kota Tangsel, Biem mengkhawatirkan sudah lampu merah, perlus segera ambil langkah darurat (istimewa)

Sampah Tangsel (Tangerang Selatan) di provinsi Banten ini bagai tak berkesudahan. Mengingat kota Tangsel yang berkembang pesat menjadi bagian dari megapolitan ini, tak bisa diantisipasi penanggulangannya.

Biem Benjamin Sueb, mantan anggota DPR-RI dari fraksi Gerindra ini angkat bicara terkait persoalan sampah di Kota Tangsel, Senin (1/6).

Hal ini terkait dengan longsoran sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cipeucang, kota Tangsel, Banten, yang menutup sungai Cisadane beberapa waktu lalu.

“Longsornya gunungan sampah di TPA Cipeucang ke sungai Cisadane minggu lalu, menjadi bukti kalau soal yang satu ini sudah lampu merah untuk kota Tangsel,” ujar Biem.

Menurut catatan Biem, berdasar data dari pemerintah Kota Tangerang, sekitar 1 juta ton per tahun dihasilkan oleh Kota Tangsel. Laju perkembangan perumahan, mall, perhotelan, restoran yang berkembang pesat, juga berimplikasi pada produksi limbah sampah domestiknya

“Pemerintah kota pastinya sudah menghitung kapasitas produksi limbah domestik, namun soal lokasi TPA ini masih menjadi pekerjaan rumah pemkot tangsel ke depannya,” tegas Biem.

“Sejak masa covid-19 ini produksi limbah domestik dari perhotelan, mall, perkantoran berkurang karena aktivitasnya menurun. Sementara volume limbah domestik dari rumah tangga justru meningkat, karena aktivitas masyarakat lebih banyak di rumah,” kata Biem Benjamin.

Airin Tepat Koordinasi Dengan Pusat

“Langkah Walikota Airin Rachmi Diany berkoordinasi dengan pemerintah pusat, sangat tepat dalam mengatasi longsoran sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cipeucang ke kali Cisadane,” ujar Biem.

Biem Benjamin yang putra ketiga dari legenda seniman Betawi Benjamin Sueb ini, sangat prihatin dengan persoalan sampah. Menurut Biem,  lagu almarhum yang dipopulerkan ayahnya,  Benyamin Sueb “Kompor Meleduk”, sudah mengabadikannya soal sampah ini di Jakarta. Generasi anak-anak kita akan terus mengingat bahwa generasi kita sekarang tidak peduli dengan masa depan kotanya.

“Kini kota Tangsel nyaris menghadapi persoalan sama seperti Jakarta, kemacetan, kebanjiran, sampah, menjadi soal klasik. Jika soal ini terus dibiarkan, apa yang akan kita ceritakan nanti kepada generasi anak-anak mendatang?” sesal Biem.

“Sejarah akan menulis bahwa kota Tangsel membiarkan macet, sampah, banjir, ketimpangan kaya miskin, dan kita akan berhutang soal tanggung jawab itu,” kata Biem gemas.

Reporter: Ronny
Editor: Albayan