Kota Tangsel NEWS

Fase New Normal, Kasus Positif Virus Corona Melonjak 1.241 Kasus

positif virus corona
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan di Graha BNPB Jakarta pada Jumat (8/5/2020). (DOKUMENTASI BNPB /kotatangsel.com)

Fase New Normal,  pemerintah menyatakan untuk kasus positif virus corona bertambah 1.241 orang. Hal tersebut disampaikan juru bicara pemerintah untuk penangan virus corona  Achmad Yurianto melaporkan, pada Rabu (10/6) sore.

“Kasus positif (Covid-19) yang kami konfirmasi sebanyak 1.241, sehingga totalnya 34.316,” ujar Yurianto

Penambahan itu menyebabkan kini ada 34.316 kasus Covid-19 di Indonesia, sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Menurut Yurianto, penambahan kasus baru tersebar di berbagai provinsi. Dalam periode kali ini, jumlah penambahan terbesar tercatat ada di Jawa Timur dengan 273 pasien baru. Kemudian, di DKI Jakarta tercatat ada 157 kasus baru dan Jawa Tengah dengan penambahan 139 kasus baru.

“Penambahan kasus positif ini karena tracing yang agresif dilakukan. Bisa kita lihat sebagian besar penambahan kasus ini spesimen yang dikirim puskesmas atau dinas kesehatan, tidak didominasi oleh rumah sakit,” ucap Yurianto.

Data pemerintah juga memperlihatkan, ada penambahan 715 pasien Covid-19 yang kini sudah dinyatakan sembuh.

Mereka telah dianggap sembuh setelah menjalani dua kali pemeriksaan berdasarkan metode polymerase chain reaction (PCR), dan hasilnya memperlihatkan negatif virus corona.

Dengan demikian, total ada 12.129 pasien Covid-19 yang sembuh setelah sebelumnya dinyatakan mengidap virus corona.

Namun, masih ada kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Ada 36 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 9 – 10 Juni 2020. Total pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia tercatat ada 1.959 orang.

Progres Penanganan

Hingga saat ini, sebanyak 34 provinsi atau semua provinsi di Indonesia sudah mencatat kasus Covid-19. Secara khusus, ada 424 kabupaten/kota yang terdampak Covid-19. Jumlahnya bertambah dua dibandingkan data kemarin.

Pemerintah juga mencatat bahwa saat ini ada 43.945 orang dalam pemantauan (ODP). Kemudian, ada 14.242 orang yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Data spesimen Pemerintah masih berupaya menggencarkan tes Covid-19 dengan meningkatkan jumlah laboratorium pemeriksaan spesimen.

Ada 103 laboratorium yang menggunakan metode real time PCR. Kemudian, ada 77 laboratorium yang menggunakan metode tes cepat molekuler (TCM). Hasilnya, sejauh ini sudah ada 446.918 spesimen yang diperiksa dari 287.478 orang yang diambil sampelnya.

Ini berarti satu orang bisa diambil lebih dari satu spesimen. Dari 446.918 spesimen itu, ada 438.358 spesimen yang diperiksa menggunakan real time PCR dan 8.560 menggunakan TCM. Ada 17.757 spesimen yang diperiksa per hari untuk periode kali ini. Rinciannya, terdiri dari 16.923 dengan real time PCR dan 834 dengan TCM. Dari 287.478 orang yang diperiksa, diketahui ada 34.316 yang hasilnya positif virus corona. Adapun jumlah yang hasilnya negatif virus corona ada 253.162 orang.