Kota Tangsel NEWS

Ekonomi Tenggelam, Ini Nasib Susi Air Akibat Di “Tenggelamkan” Virus Corona

Pengusaha sekelas Susi Pudjiastuti, mantan menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Jokowi Jilid I pun, tak mampu menahan beban bisnisnya yang sedang mati suri. Dampak luar biasa wabah corona ternyata  memukul ekonomi nasional dan bisa jadi menenggelamkan Susi Air.

Pudjiastuti dan editor senior The Jakarta Post Endi Bayuni, Sabtu (13/06) secara online berbicara melalui wawancara online oleh BNPB. Dalam tanyangan video tampak jelas ada sikap sebuah beban yang begitu berat. Susi  yang biasa terlihat sebagai wanita tegar perkasa, kini tampak seperti sedang menghadapi tekanan luar biasa.

Susi yang memiliki usaha di bidang jasa angkutan udara Susi Air, seolah tak memiliki solusi menghadapi goncangan ekonomi sekeras ini.

“Semua tagihan-tagihan seperti surat-surat pesawat, pilot dan beban ini itu terus berjalan, sementara penerbangan tidak ada sama sekali,” kata Susi.

“Kalo saya mau bilang, dalam hidup saya dan usaha ini bukan sulit lagi, tapi stop, nihil, defisit,” ujar Susi.

“Sedangkan untuk strategi bertahan, kita tutup beberapa kantor, merumahkan banyak karyawan, tapi kalo tidak kembali ya harus menyatakan menyerah atau menyatakan pailit,” lanjut Susi.

Sementara itu Endi Bayuni, editor senior The Jakarta Post mengungkapkan kondisi di sektor usaha sudah banyak yang rontok dan banyak tutup. Utamanya sektor usaha yang berkaitan dengan keharusan adanya keberadaan fisik mengalami yang sulit bertahan.

Tidak Ada Strategi Pemerintah

“Saat ini meski PSBB sudah diperlonggar, namun masih banyak ketidakpastian,” kata Endi.

“Untuk media yang cetak-cetak sudah sangat berkurang dan mengandalkan dari online, dan kalo media sudah menyedihkan kondisinya,” lanjut Endi.

“Kalo saya lihat strategi pemerintah masih seperti yang lama, sementara sektor swasta belum ada gambaran kita mau kemana strategi yang akan dijalankan pemerintah,” kata Endi.

Sedangkan Susi menambahkan bahwa sektor swasta tidak ada guideline dan  semua  seperti biasa. Semua sektor pembayaran pos pemerintah sampai hari ini tidak ada  satu pun yang tidak bayar. Pengeluaran ijin kerja, ijin pilot, security clearance masih berjalan sama, sedangkan kita sama sekali tidak terbang (tidak ada pemasukan, red.).

“Tapi minimal pemerintah dapat membebaskan kewajiban-kewajiban yang harus dibayar swasta,” kata Susi.

“Kalo begini terus, kewajiban ini itu harus dibayar pakai apa?” tandas mantan Menteri Kelautan.

Pemilik slogan ‘Tenggelamkan’ ini mengatakan, jika dipaksa situasi mengalami defisit dan pailit, maka harus menjual aset-aset Susi Air.

Sementara Endi menilai bahwa sampai saat ini belum ada strategi kebijakan pemerintah mengatasi kondisi seperti ini. Sementara pasca PSBB dan pelonggaran PSBB sudah berjalan tetapi masih belum terlihat bagaimana  strategi dan arah yang lebih jelas dari pemerintah. [*]