Kota Tangsel NEWS

Wow… Anggaran Revitalisasi Pasar Ciputat Mencapai 250 Milyar…

Pasar Ciputat
Revitalisasi Pasar Ciputat lanjut terus menjelang Pilkada Tangsel (Ist.)

Kota Tangsel – Sempat molor sejak tahun 2018,  akhirnya pemerintah Kota Tangerang Selatan memaksakan diri untuk merevitalisasi Pasar Ciputat. Pemkot Tangsel berencana akan merelokasi sekitar 700 pedagang,  yang sekarang berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke kawasan plaza Ciputat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangsel, Maya Mardiana enggan memberikan keterangan soal revitalisasi.  Rencana revitalisasi ini rencananya sudah akan dilakukan pada tahun 2018, namun belakangan diketahui pada tahun 2020 Pemkot Tangsel akan segera melaksanakannya.

Melansir dari Tribunasia, Senin (15/06), putra tokoh Cipasera dan asli Ciputat, Iwan Djambek menyebutkan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany-Benyamien Davnie unprestasi karena tertunda 3 tahun lebih.

“Mengingat revitalisasi kawasan tersebut merupakan program rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),” jelas Iwan.

Dia pun mengatakan lelang tender yang seyogyanya dilakukan pada tahun 2018, namun baru terlaksana tahun 2020. Seolah seperti tender-tenderan jelang pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) di tahun shio tikus logam

”Niatnya baik sayangnya terlambat, apalagi anggaran yang dipakai sangat fantastis, sekitar Rp, 250 Miliar lebih. Pikir ulanglah rencana tersebut,” kata Iwan Djambek masih dalam suasana berkabung atas kepergian sang ayah tokoh Cipasera H. Iman Djambek

Menurutnya, Warga Tangsel berharap tidak mau lagi kecele setelah adanya pejabat masuk sel bui KPK. Lantaran terjebak dalam kasus korupsi jelang pilkada seperti kasus alkes dinas kesehatan Tangsel yang terindikasi dipakai untuk membiayai ongkos politik pilkada saat itu.

Tunda Sampai Selesai Pilkada

Sebelumnya pengusaha asal Lengkong Kiai Serpong, Rizal Bawazier menerangkan jika saat ini yang diperlukan adalah perbaikan ekonomi UMKM, bukan pembangunan baru yang berefek ke ekonomi UMKM

”Tundalah dulu revitalisasi Pasar Ciputat apalagi anggarannya dibutuhkan sebesar Rp, 250 Milyar, nanti dulu! deh ya, mending dipakai untuk menangani perekonomian yang lebih cepat

” Kasihlah kesempatan ke pedagang untuk memperbaiki perekonomiannya menjelang era new normal”. terangnya

Kata Rizal lagi, ” Punyalah hati sedikit, toh ini sudah direncanakan dari 2018 tapi belum jalan-jalan, Saat ini sedang sulit perekonomian, jangan dibuat  pusing lagi pedagang. Nanti kalau sudah waktunya! Saya yakin akan lebih smooth (lancar) pelaksanaan revitalisasi pasarnya.

New normal tujuannya itu bukan bangun infrastruktur baru tapi bangun perekonomian yang sudah turun drastis karena pandemi corona.

” Toh! pemerintah pusat juga sudah instruksikan untuk tunda semua proyek-proyek besar sampai tahun depan karena belum ada kepastian sampai kapan pandemi covid-19 akan berakhir” tutup Rizal Bawazier.

Sumber: Tribunasia