Kota Tangsel NEWS

Nenek Kasminah Terancam Penjara. Kuasa Hukum: Semua Dakwaan Jaksa Tak Terbukti

Nenek Kasminah
Nenek Kasminah terancam hukuman penjara.

Semarang.  Seorang nenek Ny.Kasminah (69) terancam hukum kurungan penjara. Pasalnya, nenek tua yang buta huruf ini Jaksa Penuntut mendakwa telah melakukan kekerasan terhadap beberapa pekerja yang sedang membuat talud/pagar.

Pengadilan Negeri Semarang tengah menggelar sidang perkara  Ny. Kasminah, Kamis (3/9/2020). Jaksa Penuntut Umum, Setiono, SH, mendakwa Ny Kasmiah dengan Pasal 335 ayat 1 KUHP,  yakni secara melawan hukum, memaksa orang lain melakukan, tidak melakukan, atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik orang itu sendiri atau orang lain.

“Saya tidak mengancam, bahkan saya permisi bicara baik-baik kepada tukang-tukang yang bekerja. Malah saya bersalaman dulu dengan mereka,” ungkap Ny. Kasminah.

Kuasa hukum Ny. Kasminah, Listyani mengatakan awal peristiwa terjadi  yakni ketika kliennya meminta kepada para pekerja untuk menghentikan pekerjaan membuat talud dan pagar.

“Setelah meminta baik-baik, kemudian terdakwa dan para penduduk setempat memagari lahan dengan seng,” terang Listyani.

Selanjutnya Ny.Kasminah bersama dengan penduduk setempat membawa kayu, linggis, palu untuk membuat pagar seng.  Ny. Kasminah membuat pagar seng tersebut yang berada di atas lahan yang diklaim milik Soedibyo yang berada di Kampung Desel, Kelurahan Ngaliyan, Kota Semarang.

Belakangan kata Listyani lahan yang dipagari itu diklaim milik Soedibjo, alias Kho Ing Tjok, alias Atjok, salah satu pengusaha terkenal di Kota Semarang.

Tidak Terbukti Lakukan Kekerasan

Listyani, salah satu kuasa hukum Ny.Kasminah mengatakan bahwa kliennya mengaku tidak mengancam orang lain untuk membuat pagar, apalagi dengan kekerasan.

“Bahkan semua saksi dalam persidangan tadi menyatakan, bahwa saat terdakwa minta saksi dan para pekerja menghentikan pekerjaan pembuatan talud dan memasang pagar seng. Klien kami meminta ijin baik-baik dan bahkan sebelumnya bersalaman dulu dengan saksi-saksi itu. Jadi tuduhan ancaman atau tindak kekerasan adalah tidak benar,” jelas Listyani.

“Hal itu membuktikan, bahwa dakwaan Jaksa tidak terbukti. Siapa pun tidak bisa campur tangan untuk dalam hukum,” jelas Listyani kepada awak media, Kamis (3/9/2020).

Listyani berharap agar hakim bisa memutus perkara dengan seadil-adilnya berdasar fakta.

Sampai berita ini diturunkan, Soedibjo belum dapat dikonfirmasi terkait persidangan yang melibatkan nenek Kasminah.[rel/sml]